Pengertian Reverse Engineering

Kita, terutama gue sering mendengar istilah Reverse Engineering. Kalau mendengar istilah ini, biasanya akan dihubungkan dengan hacker atau cracker. Loh, emangnya apa urusannya hacker/cracker tersebut dengan reverse engineering?

Reverse Engineering
Reverse Engineering, img: http://hopu.com/

Begini gaes, menurut wiki yang ane tangkep:

Reverse engineering atau biasa disebut juga back engineering merupakan proses pembelajaran (ekstraksi) pengetahuan, desain, atau apapun yang dibuat manusia, yang kemudian hasil ekstraksi (ilmu) tersebut digunakan kembali oleh orang yang melakukan proses tersebut untuk mereproduksi pengetahuan / desain maupun membuat sesuatu hal baru berdasarkan hasil ekstraksi pengetahuan di atas.

Proses yang digunakan biasanya melibatkan pembongkaran alat / sistem yang ada, yang kemudian menghasilkan bagian yang lebih kecil / sederhana. Bagian yang lebih kecil tersebut lalu dipelajari dan dianalisa secara lebih detail fungsi dan komponennya.

Terus apa tujuannya melakukan reverse engineering? Banyak hal, tergantung orangnya juga sih. Ada yang tujuannya untuk have fun, untuk memperbaiki sistem yang ada, untuk membuat duplikasi sistem tersebut, bahkan untuk kriminal seperti cracker (cracker merupakan kependekan dari criminal hacker, yaitu orang yang sangat pandai dalam penguasaan sistem namun digunakan untuk tujuan kejahatan/tindak kriminal).

Beginilah kurang lebih cara hacker ataupun cracker bekerja. Mereka (kebanyakan) sebelumnya tidak tahu / tidak ikut terlibat dalam pembuatan sautu sistem. Namun, mereka melakukan reverse engineering dengan memecah/membagi sistem yang ada ke part / bagian yang lebih kecil kemudian bagian tersebut dipelajari dan dianalisis secara lebih detail apa fungsinya. Jika mereka sudah mampu menguasai tiap bagiannya, tentunya akan lebih mudah untuk menambah, mengurangi, duplikasi ataupun memodifikasi.

(Mungkin) khusus untuk software, karena biasanya dalam distribusi software tidak disertai / hanya disertai sedikit  source codehacker / cracker menganalisa input dan output dari software tersebut. Dari hasil analisa input dan output tersebut, hacker dapat membuat suatu fungsi yang meniru tingkah laku fungsi dari software yang ada. Misalnya begini:

Suatu software mempunyai fungsi x, yang jika dimasukkan dua buah angka akan menghasilkan satu angka. Satu angka tersebut selalu bernilai jumlah dari dua angka yang diinput tadi. Maka dapat ditarik kesimpulan fungsi tersebut merupakan fungsi penjumlahan. Hacker / cracker kemudian dapat membuat simulasi dari fungsi tersebut untuk digunakan pada software lain atau pengembangan software tersebut, misalnya software yang dapat mengalikan. Dengan cerdiknya hacker / cracker membuat software perkalian dengan memanfaatkan fungsi penjumlahan yang menjumlahkan angka pertama dan diulang sebanyak angka kedua (atau sebaliknya). Begitulah kurang lebih reverse engineering dalam software.

Jadi menurut ane, reverse engineering tidaklah mudah. Dibutuhkan ketelitian yang tinggi, kesabaran yang ekstra, kemampuan analisis dan imajinasi. Jadi masih bingungkah dengan reverse engineering? Kalau tambah bingung sama!!! 😀 :D.

Sekian dulu share dari ane gan, si ya neks taim.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

 

Iklan

Diterbitkan oleh

caisaroentoro

simple, script, balance

One thought on “Pengertian Reverse Engineering”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.