Review iPad 6

Sebagai seorang apple fanboy misqueen (xixix), tak lengkap rasanya bila tak memiliki iPad. iPad merupakan produk apple yang berbentuk tablet yang memiliki sistem operasi berbasis iOS. Ada 3 tipe iPad yang dipasarkan apple, yaitu iPad mini, iPad Standard, dan iPad Pro. Perbedaannya terletak di spesifikasi dan ukuran layar. iPad mini memiliki ukuran paling kecil dengan spesifikasi yang juga paling minim. iPad standard memiliki ukuran yang lebih besar (9.7 inch) dan spesifikasi yang mirip dengan iPhone (6/7/8). Sedangkan iPad pro ukuran layarnya paling besar dengan build quality yang paling bagus dan tentunya spek paling mumpuni plus harganya paling mahal, hehe.

img_20190119_123805-01

Di sini gw mau berbagi dan review tipis tipis pengalaman gw make iPad (6th generation, keluaran tahun 2018). Awal mula gw milih ini adalah karena spesifikasinya yang udah lumayan (hampir sama dengan iPhone 6/7/8), harganya yang paling murah, ditambah lagi udah support dengan apple pencil. Tujuan awalnya sih buat belajar pemrograman iOS di iPad, karena pemrograman iOS di iPad dan iPhone memiliki perbedaan pada layout layar dan istilah programming lainnya yang mungkin asing bila di-share hehe. Tapi lama-lama, bermanfaat juga iPadnya, untuk baca – baca buku, nyatet, bahkan editing foto (suka fotografi ceritanya) gw lakuin pake iPad.

iPad generasi ke 6 (2018) memiliki spesifikasi perangkat keras yang hampir sama kayak iPhone 6/7/8, yaitu prosesor Apple A10, RAM nya 2GB, dan internal memorynya ada pilihan 32/64 GB. Kalau buat gaming menengah ke bawah ataupun buat editing gambar dan desain yang ‘nyantai’, artinya bukan untuk profesional dengan kebutuhan ‘tinggi’ sih mencukupi. Karena selama ini gw make iPad ini buat editing foto (efek masking, blur, brush, dll) aman aman aja, walaupun kadang agak ngelag dikit di beberapa efek yang memang butuh proses yang berat, tapi masih ok lah, bisa sabar, hehe.

Kebetulan iPad yang gw punya ndak ada SIM cardnya, jadi kalau koneksi internet ya pakai WIFI. Alesannya, seperti yang gw bilang tadi, harga. Harganya lebih murah yang ga pakai SIM. Toh gw juga makenya buat belajar programming iOS, nyatet, belajar gambar, editing, task task ringan lah pokoknya. Jadi ya buat apa pakai SIM, xixix, bisa tether kok.

Kamera utama 8 MP dan depan 5 MP – nya ga bagus dan gak jelek juga, cukup. Cukup untuk foto & merekam video yang tujuannya bukan untuk profesional. Untuk video call misalnya, foto gambar pas meeting, dan lain sebagainya yang sekali lagi, bukan untuk profesional foto & video. Ukuran 9.7 inchnya juga muat di tas srempang yang selalu gw bawa ke kantor, pas banget. Dibawa pas meeting buat nyatet atau buat gaya gayaan doang juga necis, hehe.

Hasil foto iPad 6
Hasil foto iPad 6

Satu kekurangan menurut gw dari iPad 6 ini adalah harga. Harganya lumayan mahal (waktu itu 2018 masih 5,6 an ke atas ya gw lupa), walau dibandingkan value/price dengan iPad tipe lain paling murah dan valuable. Eh tapi mana ada produk apple murah yak, hehe. Yah namanya apple fanboy misqueen, cari yang murah murah aja sesuai kebutuhan dan tujuan.

Sekian dulu sharing dari gw, semoga ada manfaatnya kalau dibaca, bye!

Review

Iklan

caisaroentoro View All →

simple, script, balance

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: